Sistem Artileri Roket Rusia Akan Sepenuhnya Otomatis

Peluncuran artileri roket multilaras Tornado-G dalam forum militer Army 2018 di Rusia © Ramil Sitdikov via Sputnik

Militer.or.id – Platform peluncur artileri roket multilaras (MLRS) Rusia dikenal karena keakuratan serta daya hancurnya. Sekarang, pengembang mengatakan, bahwa itu sedang diperbaiki lebih lanjut untuk sepenuhnya beroperasi secara otomatis, seperti di lansir dari laman Sputnik.

NPO Splav, perusahaan pertahanan yang bermarkas di Tula dan mengkhususkan diri dalam sistem artileri roket untuk aplikasi darat dan laut, telah mulai memperkenalkan unsur-unsur otomatis dalam produk-produk terbarunya, menurut direktur Alexander Smirnov kepada Sputnik.

“Jika kita melihat sistem generasi pertama, baik MLRS Grad atau Tornado, mereka, tentu saja, memiliki beberapa alat otomatisasi minimal. Sulit untuk menentukan persentase robotisasi dalam kompleks atau sistem tertentu. Tapi saya bisa pastikan bahwa sistem yang dibuat dalam beberapa tahun terakhir, termasuk Tornado-G dan Tornado-S, telah mengimplementasikan komponen yang dapat menjadi fondasi untuk MLRS robotik yang menjanjikan”, jelas Smirnov.

Direktur itu mencatat, misalnya bahwa Tornado-G dilengkapi dengan sistem bimbingan dan pengendalian tembak otomatis, bersama dengan peralatan otomatis untuk persiapan peluncuran dan peluncuran itu sendiri.

“Ini memungkinkan kami untuk mengotomatiskan proses persiapan dan mengendalikan panduan paket peluncuran, dan menembak sendiri, serta untuk melaksanakan posisi topografi otomatis dan orientasi kendaraan tempur dilapangan, untuk memasukkan data misi peluncuran dari jauh ke dalam sekering dan meluncurkan proyektil tanpa awak harus keluar dari kabin mereka”, kata Smirnov.

Produsen senjata Rusia memiliki sejarah panjang keberhasilan dengan sistem artileri roket, dengan BM-13 Katyusha melegenda pada era Perang Dunia II dan disebut-sebut sebagai pelopor desain MLRS modern.

HARUS BACA :  Satgas TNI Unamid Bangun Solar Cell Panel di Darfur
HARUS BACA :  Sistem Rudal Poliment-Redut Memasuki Layanan Tahun 2019

Sejak saat itu, para insinyur Soviet dan Rusia telah memperkenalkan serangkaian sistem MLRS yang lebih kuat, lebih akurat, dan lebih mematikan, termasuk BM-21 Grad, BM-27 Uragan, BM-30 Smerch dan yang paling baru, Tornado-G dan Tornado-S.

Kami sangat menghargai pendapat anda. Bagaimanakah pendapat anda mengenai masalah ini? Tuliskanlah komentar anda di form komentar di bagian bawah halaman ini.

Roy Prasetya
Roy Prasetyahttps://militer.or.id
NKRI adalah harga mati! Demikian menjadi prinsip hidup penulis lepas ini. Berminat terhadap segala macam teknologi militer sejak kelas 5 SD, ketika melihat pameran Indonesian Air Show 1996.

Latest articles

HARUS BACA :  Belgia Beli Drone MQ-9B SkyGuardian

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal - Militer.or.id. Angkatan Laut Australia alias Royal Australian Navy telah mengadakan upacara pelepasan dua kapal perangnya...

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus – Suriah – Irak

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus - Suriah - Irak - Militer.or.id. Pejabat kementerian pertahanan Inggris mengkonfirmasi bahwa pesawat tempur terbaru...

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi - Militer.or.id. Sebuah pesawat angkut militer milik Angkatan Udara India dilaporkan hilang dengan 13 awak dan penumpang diatasnya....

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi - Militer.or.id. Untuk ke sekian kalinya, penyerahan kapal selam nuklir project 885-M Yasen...
44.1k Followers
Follow

Related articles

HARUS BACA :  B-2 Spirit AS Rentan Terhadap S-500 Rusia

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here