Ukraina Prihatin Rusia Menumpuk Pasukan di Perbatasan

0
324

Ilustrasi pengerahan pasukan berskala besar oleh Rusia © Defence Blog

Militer.or.id – Angkatan Bersenjata Ukraina prihatin tentang eskalasi berbahaya pasukan Rusia di dekat Azov dan Laut Hitam dan penumpukan pasukan berskala besar di sepanjang perbatasan oleh Rusia.

Seperti dilansir dari laman Defence Blog, Kepala Staf Angkatan Darat Ukraina Viktor Muzhenko mengatakan dalam program televisi di saluran ICTV bahwa militer Rusia meningkatkan jumlah tentara dan peralatan militernya di dekat perbatasan dengan Ukraina.

“Pola penyebaran tersebut menunjukkan bahwa grup serang itu yang sesuai dapat dibentuk dalam waktu sesingkat mungkin dan arah tindakan mereka di Ukraina. Oleh karena itu, kami mempertimbangkan untuk membendung tidak hanya satu arah tetapi juga perbatasan timur laut, timur dan selatan Ukraina”, kata Viktor Muzhenko.

Dia juga berbicara tentang pembentukan divisi Rusia yang terdiri dari dua tank dan dua resimen bersenjata.

HARUS BACA :  USS Milwaukee Uji Tembak Rudal Longbow Hellfire

Melanjutkan bahwa pembagian semacam itu disebut divisi “Proryv” (terobosan dalam bahasa Inggris). Jelaslah, pembagian tersebut dibuat bukanlah untuk tindakan defensif, tetapi untuk menyerang.

Menurutnya, divisi ini adalah bagian dari pasukan gabungan ke-8 yang dikerahkan di Novocherkassk.

“Hal yang paling menarik adalah bahwa dua korps tentara, yang terletak di wilayah yang diduduki sementara di Luhansk dan Donetsk ini, dikendalikan dari markas tentara gabungan-tempur ke-8. Kami melihat formasi sistemik”, Muzhenko menekankan.

Dia juga mengatakan bahwa Federasi Rusia telah mengerahkan “hampir dua kali lipat” jumlah kapalnya di perairan Laut Azov.

HARUS BACA :  Dua Penerbang Tempur TNI AU Jajal Dassault Rafale

Seperti diberitakan, pada 25 November, kapal perbatasan Rusia melakukan tindakan agresi terhadap tiga kapal Ukraina dari Odesa menuju ke pelabuhan Mariupol. Pasukan khusus Rusia menembak dan menyita tiga kapal Ukraina di Selat Kerch dan menahan 24 pelaut yang ada di kapal karena tidak mengindahkan perintah untuk berhenti.

Pada tanggal 26 November, Verkhovna Rada dari Ukraina mengadopsi undang-undang menyetujui keputusan Presiden Ukraina pada penerapan darurat militer selama 30 hari di 10 wilayah Ukraina sehubungan dengan agresi Rusia.

HARUS BACA :  Korps Marinir Mulai Berlatih dengan BTR-4

Kami sangat menghargai pendapat anda. Bagaimanakah pendapat anda mengenai masalah ini? Tuliskanlah komentar anda di form komentar di bagian bawah halaman ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here