Dekati Perairan Rusia, Kapal Perang Amerika Dihalau Rusia

USS McCampbell/Navy Mil

Juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia Mayor Jendral Igor Konashenkov mengatakan, kapal destroyer Kelas Arleig Burke, USS McCampbell Angkatan Laut Amerika berlayar kurang dari 100 kilometer dari perairan Rusia. Untuk menanggapinya Armada Pasifik Rusia mengirimkan kapal perang Admiral Tributs.

“Kenyataannya kapal tempur USS McCampbell bahkan tidak mendekati wilayah Rusia lebih dari 100 kilometer, terlebih lagi, selama perjalanan melalui perairan internasional, kapal tempur Amerika bergerak di bawah pengawasan kapal besar anti-kapal selam  Rusia Admiral Tributs,” kata Konashenkov, seperti dilansir dari Sputnik, Kamis 6 Desember 2018.

HARUS BACA :  Aksi Militer Koalisi Picu Perpecahan Uni Eropa

Ia mengatakan Armada Pasifik sudah mengambil tindakan untuk mengendalikan gerakan kapal tempur Amerika tersebut. Begitu juga dengan pergerakan beberapa kapal perang di wilayah tersebut.

“Satu-satunya yang ditunjukan kru kapal tempur Amerika adalah  mencoba untuk lari dalam kecepatan maksimal untuk menghindari pengawalan Armada Pasifik,” tambah Konashenkov.

Konashenkov mengatakan, kini kru dari McCampbell sudah menjauh sekitar 400 kilometer dari wilayah Rusia yang masih masuk dalam bagian Laut Jepang.

HARUS BACA :  Angkatan Udara Filipina Pilih Helikopter Serang T129 Turki
HARUS BACA :  Australia to Speed Up Frigate Competition

Juru bicara Angkatan Laut Amerika Rachel McMarr mengatakan USS McCampbell memasuki Laut Jepang di sekitar Peter the Great Bay untuk menantang klaim maritim Rusia di sana.

Operasi ini dilakukan ketika hubungan Amerika dan Rusia sedang menegang. Terutama setelah amerika menuduh Rusia melanggar perjanjian  Intermediate Range Nuclear Forces atau INF yang menyebabkan Washington ingin menarik diri dari perjanjian itu.

Seperti dilansir dari NBC News, pada 5 Desember lalu Angkatan Laut Amerika mengatakan mereka mengirim kapal tempur McCampbell yang berada di Pangkalan Militer Angkatan Laut Amerika di Yokosuka di Jepang.

HARUS BACA :  Filipina dan Brunei Menyatakan Minatnya untuk Membeli Medium Tank Harimau

Mereka ingin menantang klaim Rusia yang berlebih di sana dan menjunjung kebebasan, hak dan hukum yang berlaku di laut tersebut untuk bisa dinikmati Amerika dan negara-negara lain.

Kami sangat menghargai pendapat anda. Bagaimanakah pendapat anda mengenai masalah ini? Tuliskanlah komentar anda di form komentar di bagian bawah halaman ini.

Nurul Teje
Nurul Tejehttps://www.militer.or.id
Sangat berminat kepada hal hal yang berbau alutsista Rusia dan Soviet. Mampu mendeskripsikan dengan baik pesawat pesawat tempur buatan Soviet dalam diskusi seru. Kontak jika mau ngopi bareng dan berbincang seru.

Latest articles

HARUS BACA :  Mengerikan, Inilah Ledakan Senjata-Senjata Andalan Amerika

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal - Militer.or.id. Angkatan Laut Australia alias Royal Australian Navy telah mengadakan upacara pelepasan dua kapal perangnya...

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus – Suriah – Irak

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus - Suriah - Irak - Militer.or.id. Pejabat kementerian pertahanan Inggris mengkonfirmasi bahwa pesawat tempur terbaru...

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi - Militer.or.id. Sebuah pesawat angkut militer milik Angkatan Udara India dilaporkan hilang dengan 13 awak dan penumpang diatasnya....

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi - Militer.or.id. Untuk ke sekian kalinya, penyerahan kapal selam nuklir project 885-M Yasen...
44.1k Followers
Follow

Related articles

HARUS BACA :  Iran Ingin Tempatkan 100.000 Pasukan di Suriah

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here