Filipina Akan Beli Helikopter Black Hawk AS

Filipina akan membeli 16 helikopter Black Hawk dari Sikorsky Aircraft Corp seharga 240 juta dolar, menghindari peralatan Rusia – yang lebih murah – karena hukuman Amerika Serikat terhadap ekspor militer Rusia, kata kepala pertahanan Filipina pada Jumat.

Dilansir dari laman Antara (7/ 12), Filipina semula setuju membeli 16 helikopter Bell 412 dari Kanada tapi kesepakatan itu dibatalkan pada Februari sesudah Kanada menyatakan keprihatinan bahwa pesawat tersebut dapat digunakan untuk memerangi pemberontak.

Filipina kemudian mempertimbangkan beberapa helikopter lain, termasuk S-70 Black Hawk Sikorsky, Mi-171 Rusia, Surion Korea Selatan, dan AW139 Agusta Westland.

HARUS BACA :  Kejuaraan Piala Panglima TNI 2017

Menteri Pertahanan Delfin Lorenzana menyatakan angkatan udara akan menandatangani perjanjian pada awal tahun depan untuk 16 Black Hawk, meskipun Rusia menawarkan harga terendah kedua.

“Tapi, sangat sulit untuk membayar mereka karena hukuman Amerika Serikat,” kata Lorenzana kepada wartawan di acara keamanan.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada tahun lalu menandatangani undang-undang menghukum Rusia karena mencaplok Krimea dari Ukraina pada 2014, mendukung pemerintah Suriah dan dugaan ikut campur dalam pemilihan presiden Amerika Serikat. Semua tuduhan itu ditolak Kremlin.

HARUS BACA :  Korea Selatan Ungkap Desain KF-X dengan Rudal Meteor
HARUS BACA :  Ranpur Infanteri BMP-3 Irak Telah Tiba

Sekutu Amerika Serikat, seperti, Filipina -yang membeli senjata dan peralatan dari Rusia, pembuat kedua terbesar senjata di dunia- juga akan dihukum dan akan mengalami gangguan dalam pengiriman senjata tersebut.

S-70 digolongkan sebagai helikopter serbaguna.

Angkatan udara Filipina juga berusaha memperhingga 10 helikopter serang pada tahun depan.

Filipina menghabiskan 300 miliar peso (84 triliun rupiah) selama lima tahun ke depan untuk meningkatkan kemampuan pertahanannya, menggantikan kapal perang masa Perang Dunia II dan pesawat tempur dan helikopter kuno zaman Perang Vietnam.

HARUS BACA :  Helikopter Dauphin AS 365 N3 Dukung Satgas Misi PBB

Filipina baru-baru ini mendapatkan 12 pesawat tempur ringan dari Korea Selatan, kapal perbekalan dari Indonesia, dan kendaraan lapis baja serta peluru kendali kapal dari Israel.

Photo: Blackhawk AS (US.ARMY)

Editor: ()

Kami sangat menghargai pendapat anda. Bagaimanakah pendapat anda mengenai masalah ini? Tuliskanlah komentar anda di form komentar di bagian bawah halaman ini.

Rendy Raditya
Rendy Raditya
Menyebarkan berita berita Militer Indonesia dari media media mainstream Asia dan Indonesia. Mendambakan Kekuatan Militer Indonesia menjadi salah satu yang disegani kembali di kawasan.

Latest articles

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal - Militer.or.id. Angkatan Laut Australia alias Royal Australian Navy telah mengadakan upacara pelepasan dua kapal perangnya...

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus – Suriah – Irak

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus - Suriah - Irak - Militer.or.id. Pejabat kementerian pertahanan Inggris mengkonfirmasi bahwa pesawat tempur terbaru...

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi - Militer.or.id. Sebuah pesawat angkut militer milik Angkatan Udara India dilaporkan hilang dengan 13 awak dan penumpang diatasnya....

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi - Militer.or.id. Untuk ke sekian kalinya, penyerahan kapal selam nuklir project 885-M Yasen...
44.3k Followers
Follow

Related articles

HARUS BACA :  Putin: Tidak Ada Pembicaraan Pembebasan Pelaut Ukraina

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here
HARUS BACA :  PBB: Putin dan Erdogan Hindari Perang Berdarah di Idlib