Cat Anti Radar Diuji Coba Tahun Depan

Kepala Pusat Sains dan Teknologi Bahan Maju (PSTBM) BATAN, Prof. Dr. Ridwan mengatakan alutsista di Indonesia dapat tidak terdeteksi radar lewat penggunaan cat spesifik yang dikembangkan BATAN.

“Kita bisa memasuki daerah pertahanan lawan tanpa diketahui lawan, caranya dengan membuat sistem pertahanan kita tidak terlacak oleh radar,” kata Ridwan kepada wartawan dalam acara Ekspose Produk Inovasi sebagai Capaian Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi Jawa Barat, Rabu, sebagaimana dilansir dari laman Kantor Berita Antara (19/ 12).

Dia mengatakan pihaknya telah mengembangkan bahan cat anti radar untuk kapal. “Kita menghasilkan cat anti radar yang sudah berhasil,” ujarnya.

HARUS BACA :  China Building Third Aircraft Carrier More Advanced than Liaoning

Cat tersebut dibuat dengan menggunakan 85 persen bahan lokal dan dia berharap dapat membuat cat itu dengan 100 persen bahan lokal tanpa ada impor.

Ridwan mengatakan agar tidak terdeteksi radar, kapal dilapisi cat spesifik tersebut secara menyeluruh. Cat itu berfungsi untuk menyerap gelombang radar yang mendeteksi keberadaan kapal sehingga gelombang elektromagnetik tersebut tidak kembali pada radar lawan dan akhirnya keberadaan kapal yang dilapisi cat khusus tersebut tidak terdeteksi. Cat itu menyebabkan kapal seperti “siluman” karena tidak terdeteksi radar.

HARUS BACA :  $500 Million for Enhanced Satellite Capability
HARUS BACA :  Confirm, VL Mica for PKR-105 Class Frigates

Pihaknya akan melakukan uji coba kapal “siluman” dengan sistem anti radar itu pada pertengahan Januari 2019.

Dia mengatakan pihaknya juga berkeinginan untuk mengembangkan cat untuk sistem anti radar pada kapal terbang untuk pertahanan udara.

Dia berharap pemerintah akan membuat suatu lembaga khusus untuk penelitian itu di bawah Kementerian Pertahanan RI yang dapat dipakai untuk alutsista negara baik di darat, laut dan udara.

HARUS BACA :  Malaysia Belajar Teknologi Pembuatan Satelit Indonesia

Lembaga itu kemudian akan fokus mengembangkan bahan cat yang sesuai spesifikasi masing-masing alutsista demi keamanan dan pertahanan negara Indonesia.

Photo: Prof. Dr. Ridwan menyampaikan pemaparan dalam acara Ekspose Produk Inovasi. (Antara)

Editor: (D.E.S)

Kami sangat menghargai pendapat anda. Bagaimanakah pendapat anda mengenai masalah ini? Tuliskanlah komentar anda di form komentar di bagian bawah halaman ini.

Rendy Raditya
Rendy Raditya
Menyebarkan berita berita Militer Indonesia dari media media mainstream Asia dan Indonesia. Mendambakan Kekuatan Militer Indonesia menjadi salah satu yang disegani kembali di kawasan.

Latest articles

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal - Militer.or.id. Angkatan Laut Australia alias Royal Australian Navy telah mengadakan upacara pelepasan dua kapal perangnya...

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus – Suriah – Irak

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus - Suriah - Irak - Militer.or.id. Pejabat kementerian pertahanan Inggris mengkonfirmasi bahwa pesawat tempur terbaru...

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi - Militer.or.id. Sebuah pesawat angkut militer milik Angkatan Udara India dilaporkan hilang dengan 13 awak dan penumpang diatasnya....

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi - Militer.or.id. Untuk ke sekian kalinya, penyerahan kapal selam nuklir project 885-M Yasen...
44.1k Followers
Follow

Related articles

HARUS BACA :  $500 Million for Enhanced Satellite Capability

2 Comments

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here