P2 Commando dengan Reutech RCWS

Militer.or.id – P2 Commando dengan Reutech RCWS.

Sejauh ini kita sudah mengenal rantis P2 Commando buatan PT. Sentra Surya Ekajaya. Rantis ini bahkan sudah dibeli dan digunakan oleh Pakhas dan Paspampres. Namun demikian, pengembangan P2 tidak berhenti begitu saja. Rabu (23/08) pagi, Rantis P2 yang dilengkapi Senjata Remote atau RCWS menjalani uji di Dislitbang TNI-AD di Bandung Jawa Barat.

RCWS yang dikawinkan dengan P2 ini adalah buah kerjasama antara PT.SSE dengan Reutech, perusahaan asal Afrika Selatan. RCWS yang bernama lengkap Reutech Rogue ini bisa dipasangkan senapan mesin berat kaliber 12,7mm. Pada versi lainnya, Roque bahkan bisa dilengkapi dengan cannon 20mm atau peluncur granat 40mm. Selayaknya RCWS, kendali dilakukan di dalam kabin rantis P2. Untuk pembidikan, Roque bisa dilengkapi dengan berbagai macam kamera serta laser range finder. Pada versi paling standar RCWS ini dilengkapi dengan kamera siang dan kamera thermal untuk malam hari. Selain itu, Roque juga dilengkapi dengan Gyro stabilisasi agar tembakan bisa mengarah dengan stabil.

HARUS BACA :  Untuk Tumpas Al-Shahab AMISOM Ungkap Operasi Militer Baru
HARUS BACA :  Panglima TNI : TNI Akan Selalu Menjadi Pemersatu Bangsa

Dengan pemasangan RCWS, tentu bukan hanya meningkatkan daya gempur rantis lansiran Tangerang ini. Tapi juga meningkatkan keamanan bagi penembak, karena tak perlu lagi memunculkan diri di kubah senjata untuk membidik sasaran. Keuntungan lainnya, dengan kamera thermal, kemampuan pengintaian juga meningkat drastis di segala cuaca.

P2 sendiri bisa dikategorikan sebagai Panser ringan atau intai dengan bobot tempur hanya 4,5 ton. Dengan bobot demikian, maka P2 mudah diangkut ke dalam ruang kargo Pesawat Hercules. Rantis ini juga mampu menahan tembakan hingga kaliber 7,62mm serta melaju hingga 500 km.

HARUS BACA :  Kerjasama Pembangunan Tank Medium Turki – Indonesia

Photo : P2 Commando + Reutech RCWS (ARC)

Sumber : ARC

Roy Prasetya
Roy Prasetyahttps://militer.or.id
NKRI adalah harga mati! Demikian menjadi prinsip hidup penulis lepas ini. Berminat terhadap segala macam teknologi militer sejak kelas 5 SD, ketika melihat pameran Indonesian Air Show 1996.

Latest articles

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal - Militer.or.id. Angkatan Laut Australia alias Royal Australian Navy telah mengadakan upacara pelepasan dua kapal perangnya...

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus – Suriah – Irak

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus - Suriah - Irak - Militer.or.id. Pejabat kementerian pertahanan Inggris mengkonfirmasi bahwa pesawat tempur terbaru...

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi - Militer.or.id. Sebuah pesawat angkut militer milik Angkatan Udara India dilaporkan hilang dengan 13 awak dan penumpang diatasnya....

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi - Militer.or.id. Untuk ke sekian kalinya, penyerahan kapal selam nuklir project 885-M Yasen...
44.1k Followers
Follow

Related articles

HARUS BACA :  Operasi Khusus Tim Gabungan EFQR Lantamal V

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here
HARUS BACA :  Gladi Tugas Tempur Pangkalan Lanal Malang