Sengkarut China dan Barat, Persulit Kemelut Semenanjung Korea

Sengkarut China dan Barat, Persulit Kemelut Semenanjung Korea

Militer.or.id – Sengkarut China dan Barat, Persulit Kemelut Semenanjung Korea.

Latihan Militer Amerika Serikat (@PacificCommand)

Beijing – Uji nuklir terbaru Korea Utara memperbesar tekanan terhadap China untuk bersikap lebih tegas terhadap tetangganya itu, tetapi Beijing mengatakan bahwa penyelesaian kemelut Pyongyang bukan sepenuhnya tanggung jawabnya.

China berulangkali mengecam negara Barat dan sekutunya sebab selalu mendengungkan “teori tanggung jawab China” untuk gejolak Semenanjung Korea. Beijing juga marah terhadap tindakan Seoul dan Washington, yang dinilai memperburuk situasi dengan menggelar latihan militer bersama.

“Amerika Serikat juga harus bertanggung jawab dan tidak hanya menekan China,” ujar Ruan Zongze, mantan diplomat China, yang bekerja untuk lembaga penelitian Lembaga Kajian Antar bangsa China, dirilis Reuters/Antara, 4-9-2017.

Meski China akan menyokong sanksi baru, yang lebih keras, termasuk di antaranya mengurangi pasokan minyak ke Korea Utara, Beijing juga akan meminta negara lain melaksanakan tindakan lebih besar, ujar Ruan Zongze.

Sepanjang minggu lalu, kementerian luar negeri China berkali-kali membalas tekanan dari Barat dan Jepang yang meminta Beijing untuk berperan lebih besar bagi Korea Utara.

“Di satu sisi, sanksi-sanksi baru terus diberlakukan melalui banyak resolusi. Tetapi di sisi lain, uji coba nuklir dan Rudal Korea Utara juga terus berlangsung,” ujar juru bicara kementerian luar negeri China, Hua Chunying.

Surat kabar kepunyaan pemerintah, “The Global Times”, juga mengkritik para pemimpin Inggris dan Australia, yang minggu lalu meminta China untuk memberlakukan embargo minyak bagi Korea Utara.

Bantahan keras China terhadap tuntutan Barat tersebut sekarang ini menimbulkan pertanyaan sampai sejauh mana Beijing bersedia bekerja sama memberlakukan sanksi yang bisa mendestabilisasi rezim Kim Jong Un.

Kekhawatiran terbesar China, apabila membiarkan negara tetangganya bangkrut sepenuhnya, adalah munculnya gelombang pengungsi yang akan memenuhi daerah perbatasan di kawasan Timur Laut negara tersebut.

Diplomat China pada minggu lalu mengatakan China bersedia bekerja sama dengan Amerika Serikat untuk menjatuhkan sanksi sampai derajat tertentu, demi mencegah Washington menggunakan kekuatan militer.

“Tetapi pemerintah China tidak akan bertindak terlalu jauh, yang bisa mempengaruhi niat Korea Utara menjadi kekuatan nuklir dunia,” ujar diplomat yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Chnia yang merupakan penyuplai terbesar minyak mentah untuk Korea Utara, sekarangini tidak lagi melaporkan data penjualan minyak untuk negara tersebut. Tetapi data dari Korea Selatan menunjukkan Beijing mengirim sekitar 500.000 ton minyak mentah setiap tahunnya. China juga mengekspor lebih dari 200.000 ton produk turunan minyak ke Korea Utara, menurut data PBB.

administrator
Menyebarkan berita berita <a><b>Militer Indonesia</b></a> dari media media mainstream Asia dan Indonesia. Mendambakan Kekuatan Militer Indonesia menjadi salah satu yang disegani kembali di kawasan.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *