Korea Selatan Tidak Akui Korea Utara Sebagai Negara Nuklir

Militer.or.id – Korea Selatan Tidak Akui Korea Utara Sebagai Negara Nuklir.

Rudal Balistik Korea Utara (Stefan Krasowski)

Seoul – Korea Selatan tidak akan pernah mengakui atau menenggang Korea Utara sebagai negara nuklir, meski Seoul tidak memiliki senjata nuklir, kata Presiden Moon Jae-in pada 1/11/2017.

Sementara itu, China mengatakan akan bekerja sama dengan Seoul untuk melakukan denuklirisasi di semenanjung Korea.

Moon juga mengatakan bahwa tidak akan ada tindakan militer di semenanjung Korea tanpa persetujuan Korea Selatan. Selain itu, pemerintahnya juga akan terus berupaya mencapai perdamaian di wilayah tersebut.

HARUS BACA :  Su-34 Rusia Hancurkan 12 truk ISIS

Kementerian Luar Negeri China pada hari sama menyampaikan bahwa Beijing dan Seoul akan terus menggunakan cara diplomatik untuk menangani masalah di Semenanjung Korea, kata pernyataan.

Ucapan Moon dan pernyataan China itu terjadi sehari setelah pertemuan di Beijing antara perwakilan Korea Selatan untuk perundingan nuklir enam pihak Lee Do-hoon dan rekannya dari China, Kong Xuanyou.

HARUS BACA :  Kapal Induk USS Ronald Reagen Merapat ke Hong Kong

Pada pertemuan tersebut, China dan Korea Selatan sepakat untuk bekerja sama dalam menyelesaikan masalah nuklir Korea Utara dan untuk menormalkan semua perdagangan untuk mengakhiri kebuntuan selama bertahun-tahun karena penggelaran sistem anti-rudal Amerika Serikat.

HARUS BACA :  India Sukses Uji Rudal Balistik Prithvi II

Kedua belah pihak sepakat untuk melanjutkan kerja sama yang erat untuk memulai kembali perundingan denuklirisasi, kata Seoul.

Media pemerintah Korea Utara tidak berkomentar mengenai pergeseran hubungan antara Korea Selatan dan China pada siang hari ini. Korea Utara belum melakukan uji coba rudal sejak pertengahan September atau uji nuklir sejak yang pertama pada awal bulan itu.

Seorang pejabat senior kantor kepresidenan Korea Selatan mengatakan bahwa hubungan bilateral yang hangat tampaknya muncul dari kepercayaan yang lebih baik di Seoul oleh Beijing, yang telah mengungkapkan keprihatinan mengenai kemungkinan penerapan tambahan dari sistem pertahanan anti-rudal AS dan kerja sama militer antara Korea Selatan, AS, dan Jepang.

HARUS BACA :  Rusia Akan Selesaikan Uji MiG-35 Tahun 2019
HARUS BACA :  Sengkarut China dan Barat, Persulit Kemelut Semenanjung Korea

Pada awal pekan ini, Menteri Luar Negeri Korea Selatan Kang Kyung-hwa mengatakan, meski ada penempatan satu baterai anti-peluru kendali, Korea Selatan tidak berniat bergabung dengan sistem pertahanan peluru kendali AS di wilayah tersebut dan tidak akan menampung baterai tambahan.

Kang menambahkan bahwa Korea Selatan tidak akan memasuki persekutuan militer tripihak dengan Amerika Serikat dan Jepang. (Antara/Reuters).

Rendy Raditya
Menyebarkan berita berita Militer Indonesia dari media media mainstream Asia dan Indonesia. Mendambakan Kekuatan Militer Indonesia menjadi salah satu yang disegani kembali di kawasan.

Latest articles

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here